Scroll untuk baca berita terbaru
Example 325x300
325x300
Bisnis dan EkonomiInternasionalPemerintahanPendidikanSulut

Gubernur Olly Dianugerahi Honorary Chair Profesor dari JEI University Korsel

1443
×

Gubernur Olly Dianugerahi Honorary Chair Profesor dari JEI University Korsel

Sebarkan artikel ini

SEOUL, gosulut.com – Gubernur Sulawesi Utara, Prof DR (HC) Olly Dondokambey dianugerahi gelar akademik Honorary Chair Profesor dari JEI University Korea Selatan. Penganugerahan digelar Kamis (25/07/2026) waktu setempat, dan disaksikan Ketua Grup Jaeneung Educational Institute (JEI), Park Sung Hoon.
Turut menyaksikan juga antara lain, Ahn Soon Mo Direktur Jaeneung Culture Center (JCC), Lee Nam Sik Presiden Jei University, Zelda Wulan Kartika Kuasa Usaha Ad Interim RI di Seoul, serta perwakilan dari Kedutaan Besar Indonesia di Seoul.
Mengawali pidatonya, Olly Dondokambey mengenang pertemuan pertamanya dengan Profesor Lee Nam Sik. Yakni, pada tahun 2022, saat dirinya mendapat kehormatan untuk mendampingi Presiden Kelima Indonesia, Ibu Megawati Sukarno Putri, menghadiri upacara pelantikan Presiden Yoon Suk Yeol.
Pada kesempatan ini Olly turut mempresentasikan peluang besar yang ditawarkan oleh Sulawesi Utara sebagai gerbang Indonesia ke Asia-Pasifik. Kata dia, Provinsi Sulut yang terletak strategis di ujung utara Pulau Sulawesi berbatasan dengan Laut Sulawesi di utara dan Laut Maluku di timur. Lokasi utama ini menempatkan Sulawesi Utara di sepanjang jalur maritim penting yang memfasilitasi perdagangan antara Asia Tenggara, Asia Timur, dan Pasifik. Kedekatan Sulut dengan perairan yang kaya sumber daya dan pasar yang sedang berkembang meningkatkan potensi kami sebagai titik fokus untuk inisiatif ekonomi dan keamanan di wilayah Asia-Pasifik.
“Posisi strategis Sulawesi Utara secara signifikan mengurangi mil laut dan waktu transit dibandingkan dengan jalur tradisional. Sebagai contoh, pengiriman langsung dari Bitung ke pelabuhan utama di Asia Timur seperti Kaohsiung dan Busan mengurangi ribuan mil laut dan beberapa hari dari waktu transit. Pengurangan ini berarti penghematan yang signifikan dalam biaya sewa kapal, menjadikan Bitung sebagai hub yang efisien dan hemat biaya,” jelasnya.
Gubernur mengatakan Sulawesi Utara menawarkan peluang investasi yang signifikan. Pemerintah provinsi telah menerapkan kebijakan dan insentif yang ramah investor, menjadikan wilayah Sulut semakin menarik bagi investasi domestik dan asing. Pada tahun 2023, investasi asing mencapai Rp3,01 triliun dan investasi domestik mencapai Rp7,69 triliun.
Dijelaskan juga, pada kuartal pertama tahun 2024 saja, Sulut mencatat investasi signifikan dengan total Rp1,8 triliun. Investor utama termasuk Singapura, Tiongkok, Malaysia, dan Luksemburg, menunjukkan kepercayaan global pada potensi ekonomi Sulut. Sektor investasi terbesar termasuk pertambangan, transportasi, pergudangan, telekomunikasi, dan industri makanan. Investasi ini telah menciptakan peluang kerja yang substansial.
Singkatnya, kata Gubernur, Sulut tidak hanya merupakan gerbang ke Asia-Pasifik, tetapi juga tanah dengan peluang besar dan warisan budaya yang kaya.
“Kami mengundang investor dari Korea Selatan untuk menjelajahi dan berpartisipasi dalam perjalanan kami menuju pertumbuhan berkelanjutan dan kemakmuran bersama. Kami juga menyambut dengan hangat sesama pendidik yang berusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” kata Gubernur yang hadir bersama istri Ny Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan dan anak Samuel Ray Dondokambey.
“Sebelum saya mengakhiri pidato singkat ini, sekali lagi saya ingin menyampaikan penghargaan terdalam saya kepada JEI Group, Universitas Jei dan JCC atas penghargaan besar ini kepada saya. Saya berterima kasih kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia, Fungsi Ekonomi Kreatif dan Digital dan Diplomasi Publik yang telah proaktif menjembatani Provinsi Sulawesi Utara dan Universitas Jei,” ujar Olly.(red)